Star Glam Jogja :

Sampai Rp 750.000, Masyarakat Mulai Resah dengan Naiknya Tarif ke Borobudur

#

Source: Google/ajay kant

Baru-baru ini, Indonesia diekjutkan dengan kabar naiknya tarif tiket untuk masuk ke Candi Borobudur. Wacana akan dinaikkannya tarif dosmetik menjadi Rp 750.000 dan mancanegara US$100 tentunya menimbulkan banyak pendapat kontra dari masyarakat. Tarif ini dianggap sangat tinggi dan begitu memberatkan, bukan hanya bagi wisatawan, tetapi juga masyarakat yang menggantungkan hidupnya melalui Candi Borobudur.

Wacana kenaikan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, pada unggahannya di media sosial beberapa hari lalu. Kenaikan tarif ini juga berlaku untuk tiket mancanegara. Sedangkan tiket untuk pelajar masih sama yaitu Rp 5.000. Pembatasan untuk menaiki Candi Borobudur juga akan diberlakukan.

Pembatasan ini dilakukan untuk menjaga Candi Borobudur yang usianya sudah semakin tua. Meskipun, langkah ini dianggap tepat dan baik, tetapi menaikkan harga tiketnya sampai setinggi itu dianggap suatu hal yang merugikan serta kurang masuk akal. Sebenarnya masih ada solusi lain yang bisa dilakukan. Seperti yang disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Gadjah Mada, Prof Dr. Sri Margana melalui laman bbc.com, bahwa membatasi kuota dan mengatur aliran pengunjung bisa menjadi jalan.


Source: Google/MARCO VAN GEERTSOM

Kenaikan tarif ini kabarnya tidak melibatkan Balai Konservasi Borobudur. Namun, Balai Konservasi Borobudur memang sudah berkomitmen untuk memperbaiki sistem wisata di Candi Borbudur. Mengingat bahwa usia candi kini sudah semakin sepuh. Beberapa bagiannya sudah aus karena terlalu sering diinjak. Balai Konservasi Borobudur memiliki konsep pembatasan dan penyebaran. Artinya, membatasi untuk naik ke candi dan mengarahkan ke kawasan Borobudur.

Kapasitas Candi Borobudur menurut Balai Konservasi Borobudur bisa menampung sekitar 1.259 orang setiap harinya. Angka itu tidak berbeda jauh dengan wacana pembatasan yang menyebutkan angka 1.200 orang setiap harinya. Candi Borobudur sendiri pernah menampung lebih dari 30.000 orang pada satu hari.

Kenaikan tarif masuk Candi Borobudur ini terlalu berlebihan. Angka Rp 750.000 terlalu besar jika ditarik dari harga awal masuk candi. Sebelumnya, masuk ke Candi Borobudur hanya dikenai biaya Rp 50.000 untuk usia 10 tahun ke atas, Rp 25.000 untuk usia 3-10 tahun, dan dibebaskan biaya bagi yang berusia di bawah 3 tahun.


Source: Google/Sutirsno Sutrisno

Masyarakat yang akan beriwsata ke Candi Borobudur pasti akan berpikir ulang untuk datang kemari karena mahalnya tiket masuk. Pada akhirnya, wisata candi akan menjadi sepi kembali. Dampaknya secara langsung pasti akan terasa bagi masyarakat ataupun biro wisata. Padahal, perekonomian di Candi Borobudur baru saja bangkit setelah dua tahun pandemi.

Wacana kenaikan tarif dan pembatasan di Candi Borobudur ini dikatakan belum final. Namun, tetap saja masyarakat, terutama yang bergantung dengan Candi Borobudur, sudah cemas karena kabar tersebut akan memengaruhi kehidupan yang mereka jalani. Masih ada cara yang lebih bijaksana bila tujuan dari wacana tersebut memang baik adanya untuk kelestarian warisan budaya dan masyarakat.

COMMENTS: (0)

Post You May Like