Star Glam Jogja :

Kisah Peperangan Srikandi dan Suradewati dalam Balutan Beksan Tradisional Yogyakarta

#
Source: kikomunal-indonesia.dgip.go.id

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan suatu wilayah dimana kebudayaan tumbuh dan lestari. Ada beragam kesenian yang hidup di sini. Salah satu yang tidak bisa terpisah adalah seni tari. Aneka jensi tari bisa dipelajari di kota ini.

Tari Beksan Srikandi Suradewati menjadi satu diantara banyaknya jenis tari tradisional berpasangan putri dari Yogyakarta. Tari ini mengambil cerita dari epos Mahabharata. Penggambaran peperangan Dewi Srikandi melawan Dewi Suradewati yang memperebutkan Dewi Siti Sendari. Peperangan ini terjadi karena Prabu Dasalengka meminta Dewi Suradewati untuk melamar Dewi Siti Sendari, keponakan dari Dewi Srikandi. Namun, sayangnya Dewi Siti Sendati sudah dijodohkan dengan Abimanyu. Sehingga peperangan antara Dewi Suradewati dan Dewi Srikandi tidak bisa dihindari.

Peperangan antara dua dewi ini diwujudkan dengan sebuah beksan yang indah. Tari Beksan Srikandi Suradewati ini dimainkan oleh dua perempuan. Gerak khas tari tradisional Yogyakarta dimainkan dengan luwes di atas panggung.

Setiap Gerakan dari masing-masing penari menggambarkan peran yang dimainkan. Setiap Gerakan Dewi Suradewati bernama Pucang Kanginan. Sedangkan Gerakan pemeran Dewi Srikandi bernama Dewi Srikandi Gordo.

Selama kurang lebih 15 menit, tarian ini memiliki beberapa  babak. Pertama, berupa gelaran sembahan. Kemudian dilanjutkan dengan ulap-ulap juga dialog. Dan tarian ini diakhiri dengan mundur gendhing. Semakin indah, tarian ini diiringi dengan alunan gendhing ladrang sri katon.

Kedua penari beksan ini berdandan cantik dengan riasan penuh karakter. Sedangkan kostum yang digunakan adalah kostum khas pewayangan. Lalu property yang dibawa adalah keris.

Beksan Srikandi Suradewati ini menjadi khasanah tari tradisional yang menarik di Yogyakarta. Tarian ini masih sering dipentaskan sebagai bentuk pelestarian budaya local. Disamping itu, Beksan Srikandi Suradewati juga turut meramaikan sector pariwisata.  

COMMENTS: (0)

Post You May Like